Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kriminal

Baraya Angkat Bicara Tepis Dugaan Galian C Bojong Mangu

Foto istimewa Warta Tangsel -  Bekasi, pada 10 Juni 2024 beredar berita-berita dan video tentang dugaan PT. Baraya Gali tanah merah tanpa izin. Saat dikonfirmasi awak media, Imbran, Legal PT. Baraya (I) menyampaikan, “berita ini harus di luruskan, ijin yang mana yang dimaksud, dan kenapa mengarah ke UU No. 32 Tahun 2009, Tentang Lingkungan Hidup, harusnya kalau mengarah ke ijin itu kan sudah ada petunjuk yang baru yaitu PERPRES Tahun 2021 dan Permen LHK No. 4 Tahun 2021.  Sebagai informasi tambahan terkait UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang disebutkan pada pemberitaan yang beredar telah di revisi di UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan diperjelas kembali di PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Tuduhan ini bagi kami adalah tuduhan yang sangat keras, belum ketemu dengan pihak kami sudah asal menduga dan lain sebagainya. PT. Baraya pastinya telah melalui proses verifikasi ...

PT. Jago Kuliner Indonesia (JKI) Tercoreng! Gaji Karyawan Ramen Level Up Tak Dibayar 3 Bulan

Outlet Ramen Level Up  (Sumber : Website Jago Kuliner Indonesia) Warta Tangsel -  PT. Jago Kuliner Indonesia (JKI), perusahaan yang dikenal dengan merek dagang ramennya, Ramen Level Up, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, perusahaan ini dituding tidak membayar gaji karyawannya selama 3 bulan penuh, terhitung sejak Februari 2024 hingga saat ini (Juni 2024). Kabar ini mencuat dari laporan beberapa sumber internal perusahaan. Para karyawan Ramen Level Up mengungkapkan bahwa mereka belum menerima hak gaji mereka selama 3 bulan berturut-turut. Situasi ini tentu saja membuat para karyawan resah dan kecewa, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti saat ini. Belum diketahui secara pasti alasan di balik penundaan gaji ini. Pihak perusahaan PT. JKI pun belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut. Penundaan gaji karyawan ini bukan hanya merugikan para pekerja, tetapi juga mencoreng citra perusahaan PT. JKI dan Ramen Level Up. Kepercayaan publik terhadap peru...

Bak Ditelan Bumi, Kasus Pelecehan Seksual Santriwati Pondok Pesantren Al Mustopa Kembali Diusut

Foto istimewa Warta Tangsel, Bekasi -  Sempat senyap kasus pelecehan seksual yang terjadi pada santriwati di Pondok Pesantren Al Mustopa, Desa Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah, korban berinisial (N) warga Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol sudah melaporkan kejadian yang terjadi pada pihak yang berwajib dengan didampingi orang tua korban. Pelecehan seksual yang dialami korban (N) terjadi pada 23 November 2024. Namun sudah 6 bulan korban (N) merasa dirinya tidak ada kepedulian ataupun perlindungan dari hukum yang ada di negara Indonesia ini.  Pada tanggal 12 maret 2024 korban melaporkan perlakuan Ustad inisial (OB) ke Polres Kab. Bekasi dengan no laporan STTPLP/B/803/III/2024/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA. Sungguh ironis sudah hampir 2 bulan laporan korban belum juga ada tanggapan yang serius dari pihak yang berwajib . Senin, 06 Mei 2024 pukul 13:10 WIB korban (N) didampingi orang tua dan keluarga mengadukan kejadian tersebut ke UPTD PPA Kab. Bekasi dengan tujuan mem...

Mengungkap Jejak Buronan Rental Mobil Matic: Kisah Cari Keberhasilan dalam Kerjasama Antar Relawan dan Pihak Kepolisian

Penangkapan Ryan Briant Jo Di Surabaya (Foto : Istimewa) Warta Tangsel -  Eks Karyawan Rental Mobil Matic yang menjadi buronan para pengusaha rental mobil di berbagai daerah sejak tahun yang lalu Ryan Briant Jo, akhirnya berhasil ditangkap berkat kerjasama antara relawan Buser Rental Nasional (BRN) , korban-korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan Oleh Tersangka pun saling bekerjasama dengan pihak kepolisian di berbagai kota sehingga Ryan dapat dibekuk di Surabaya (16/04/2024).  Eks Karyawan Rental Mobil Matic ini ternyata tidak tinggal diam dalam pelariannya setahun terakhir ini. Ryan diketahui sering berpindah-pindah kota Dari Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya Hingga Bali dan diapun merubah identitasnya dalam melancarkan setiap aksinya yang membuat tugas Pihak kepolisian semakin sulit. "Jadi kita dapat info dia sedang di Bali Januari lalu, lalu Ryan tiba-tiba pindah ke Jakarta, dan begitu dikejar ke Jakarta, dia ternyata berencana ke Surabaya untuk melancarkan aksinya...

Oknum Debt Collector Pelaku Dugaan Pemerasan Masih Berkeliaran

Surat Laporan Oknum DC (Foto : Istimewa)  Warta Tangsel,   Bekasi - Beberapa waktu yang lalu sempat heboh tentang dugaan pemerasan sebesar Rp. 10 juta yang dilakukan oknum Debt Collector kepada seseorang berinisial AG diwilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban AG sempat membuat laporan ke Polres Metro Bekasi Kabupaten pada tanggal 25 Maret 2024, dengan Nomor : STTLP/B/958/III/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya. Namun hingga saat ini, Sabtu, 30 Maret 2024, kasus tersebut belum menemukan titik terang, pelaku masih berkeliaran. AG korban dugaan pemerasan tersebut mengungkapkan lambatnya penanganan kasus yang menimpa dirinya. "Saya menilai penanganan kasus dugaan pemerasan yang menimpa diri saya sangat  lambat," ujarnya saat dikonfirmasi via telpon. Bagaimana tidak, sambungnya, sudah 5 hari proses laporan kasus saya, tetapi perkembangan kasus tersebut belum mememukan titik terang. "Pihak yang berwajib hanya memberikan janji akan segera menangkap pel...

Uang 10 Juta Berhasil Diraup Oknum Debt Collector dengan Aksi Koboy jalanan

Foto istimewa Warta Tangsel ,  Bekasi - Kejadian koboy jalanan berawal dari didatanginya Mobil Ertiga No Pol B 1749 FIS, an. Pemilik Marfuah yang sedang parkir di wilayah Pertokoan Cifest, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Mobil Ertiga dengan No Pol B 1749 FIS an Marfuah (39) yang saat itu sedang dikendarai oleh AG suami Marfuah, didatangi oleh beberapa pria berbadan besar yang mengaku sedang melaksanakan tugas atau menjalanjan SK dari kantor BCA Finance pada Kamis ( 21/03/2024). Seperti layaknya film-film koboy, saat AG akan menjalankan mobilnya, dengan unsur kesengajaan para koboy tersebut menghalangi jalan dari mobil AG. "Tanpa basa-basi dengan nada tinggi oknum berbadam besar yang diduga Debt Collector memaksa dan  menyuruh untuk saya turun," ucap AG kepada media. Dengan sigap dan masih beritikad baik, AG turun dari mobil dan menanyakan,  “Ada apa ya pak, bapak dari mana". Tetapi tanpa panjang lebar, mereka menyampaikan, mobil ini menunggak, dan kami dari BCA Fina...

Petugas Pengangkut Sampah Jadi Korban Arogansi Bang Jago

Foto ilustrasi Warta Tangsel ,   Bekasi - Aksi sok jago kembali terjadi, kali ini kejadian tersebut menimpa salah satu sopir dinas angkutan sampah diwilayah Kabupaten Bekasi. Solihin sopir dinas angkutan sampah Pemda Kabupaten Bekasi bernasib naas saat dirinya sedang bertugas mengangkut sampah milik warga Jl. Anggrek, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada hari Jum'at, 22 Maret 2024.  Solihin mengaku dirinya mendapat tindak kekerasan dari salah satu oknum warga tempatnya bekerja mengangkut sampah. "Hari Jum'at, 22 Maret 2024 sekitar pukul 15.30 WIB, saya mendapat tindakan kekerasan dari orang yang mengaku sebagai warga tempat biasa saya mengangkut sampah," ujar Solihin kepada awak media. Sabtu, 23 Maret 2024. Saat itu, sambung Solihin menjelaskan, saya seperti biasa sedang bertugas mengangkut sampah di Jl. Anggrek, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan.  "Pas saya mengangkut sampah dan memasukan sampah ke truk, ada mobil datang papasan,...

Terjadi Perang Sarung Berujung Penganiayaan Kepada Remaja Perempuan di Ciputat Timur, Kasus ini Sudah di Tangani Oleh Polres Tangsel

Kondisi wajah remaja perempuan berinisial N, 12, babak belur usai dianiaya oleh sejumlah remaja laki-laki di Jalan Jombang, Ciputat Timur, Kota Tangsel, pada Rabu 13 Maret 2024, lalu. Warta Tangsel , Ciputat Timur -  Penganiayaan terhadap remaja perempuan berinisial N, 12, hingga babak belur oleh sejumlah remaja laki-laki di Jalan Jombang, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga dipicu main selepet sarung. Ibu korban, Ninda, mengatakan penganiayaan itu berawal ketika puterinya sedang main selepet sarung dengan temanya, pada Rabu 13 Maret 2024, lalu. "Lagi main sama temannya, tiba-tiba dari arah lain ada kelompok lain yang enggak kenal datang langsung hajar anak saya tanpa sebab,” katanya, Sabtu 16 Maret 2024. Akibat penganiayaan itu, puterinya babak belur di bagian bagian dahi hingga pipi sebelah kiri. "Wajahnya sebelah kiri luka-luka," tambah Ninda. Mengetahui puterinya jadi korban kekerasan, Ninda melaporkannya ke di Polres Tangsel, dengan nomor TBL/B/6...

Kalpolres Tangsel Menemukan Ratusan Peluru, Senjata Api, Hingga Granat Nanas di Rumah Terduga Dukun Santet di Ciputat

Suasana di lokasi penggeledahan rumah HE yang diduga dukun santet di Ciputat Tangerang Selatan pada Senin (4/3/2024). (Foto: Veronica Warta Tangsel  , Ciputat -  Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wendi Afrianto mengatakan polisi telah mengamankan beberapa barang bukti dari kediaman HE (67) di Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (4/3/2024). Petugas menemukan dua pucuk senjata api jenis Revolver dan Defender beserta pelurunya. Selain itu polisi juga menemukan granat nanas di rumah HE yang sebelumnya disebut warga sebagai dukun santet tersebut. "Di tempat kejadian kami berhasil mengamankan seorang laki-laki dan barang bukti berupa satu pucuk senjata api Jenis Revolver beserta beberapa butir peluru, kemudian yang kedua satu pucuk senjata api Defender dengan beberapa butir peluru," katanya, Senin (4/3). Wendi mengatakan polisi kembali menemukan ratusan jenis peluru berbagai ukuran di kediaman pria lansia 67 tahun tersebut. "Selain itu ditemu...

KSP Lima Garuda Diduga Melakukan Penipuan Terhadap Nasabah

(Foto : istimewa) Warta Tangsel - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lima Garuda diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan dengan total kerugian keseluruhan sekitar Rp. 600 miliard. Rabu, 28 Februari 2024. KSP Lima Garuda telah resmi dilaporkan oleh salah satu nasabah yang enggan disebutkan iniisialnya atas dugaan penipuan dan penggelapan dengan total kerugian keseluruan nasabah sekitar 600 Miliard. Kasus hukum dugaan penggelapan masih terus bergulir di PN Bekasi Kota dengan memasuki agenda pemanggilan saksi pelapor, dengan tuntutan Pengembalian dana nasabah. Kamari mantan salah satu marketing di KSP Lima Garuda yang kini menjadi saksi pelapor menjelaskan bahwa ada dugaan tindak penggelapan yang dilakukan KSP Lima Garuda. "Dulu saya salah satu pegawai/marketing di KSP Lima Garuda," ujarnya. Lebih lanjut, Kamari menjelaskan, ketika saya masih bekerja di KSP Lima Garuda tugas saya mencari nasabah. "Nah, salah satu korban ini adalah salah satu nasabah saya, sampai saat i...

Bintang Bilqis Maulana sebelum Tewas Sempat Meminta Tolong ke ibunya "Tolong Aku Takut Ma"

Pesan terakhir Bintang kepada ibunya melalui tulisan WA sebelum tewas (Foto : Istimewa) Warta Tangsel -  abar tragis datang dari salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlahiyyah, kota Kediri, Jawa Timur yakni Bintang Balqis Maulana yang tewas mengenaskan dengan tubuh penuh luka. Seperti diketahui remaja berusia 14 tahun ini tengah menuntut ilmu di Pondok Pesantren tersebut. Namun nyawanya harus menghilang karena diduga mengalami penganiayaan. “Seorang santri diduga tewas karena dianiaya di sebuah pondok pesantren,” demikian narasi unggahan, Minggu, 25 Pebruari 2024 malam. Setelah dinyatakan meninggal dunia, santri bernama Bintang Balqis Maulana dipulangkan ke ke rumahnya di dusun Kendenglembu, desa Karangharjo, kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Namun sebelumnya, fakta mengejutkan diungkap oleh sang ibu yakni Suyanti (38). Bintang sempat mengirimkan pesan terakhir pada ibu kandungnya. Pesan terakhir dari yang dikirim Bintang berbunyi, “Cepat ma sini, Aku takut. Maaa tolong,...

Polres Kediri Kota Telah Mengamankan 4 Santri yang Terlibat Kasus Penghaniyayaan Terhadap Bintang Balqis Maulana

Polres Kediri Kota Amankan 4 Remaja Putra Karena Menganiaya Santri Asal Banyuwangi Hingga Tewas (Foto : Dok. Polres Kediri Kota)   Warta Tangsel -  Dugaan penganiayaan seorang santri hingga meninggal terjadi pada sebuah Pondok pesantren (Ponpes) di Dusun Mayan, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Korban atas nama BBM (14) siswa kelas 8 alamat Dusun Kendenglembu RT 002 RW 005 Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupatem Banyuwangi. Informasi yang dihimpun , korban meninggal dunia setelah dianiaya pada (23/2) pukul 10.00. Kejadian penganiayaan sendiri terjadi pada (22/2) pukul 18.00 WIB. Tanpa melakukan pelaporan ke Polres Kediri Kota, pihak Ponpes langsung mengantarkan jenazah korban  ke rumah kedua orangtuanya di Banyuwangi. Saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin pagi (26/2) Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji,  membenarkan kejadian meninggalnya seorang bocah santri tersebut. Bramastyo mengungkapkan, pihaknya mengetahui laporan dugaan ...

Santri Ponpes di Kediri Meninggal dengan Sejumlah Luka, Diduga Dianiaya oleh Teman Santrinya

Kamar yang dihuni empat tersangka dan satu korban, santri ponpes di Kediri, Senin (26/2/2024). Foto: Istimewa Warta Tangsel -  Seorang santri inisial BBM (14) dari Pondok Pesantren PPTQ AI Hanafiyyah, Mojo, Kediri, Jawa Timur meninggal dunia dengan sejumlah luka diduga akibat dianiaya. Anwar Ibrahim paman korban menyebut ponakannya diantarkan pulang ke kampung halamannya di Afdeling Kampunganyar, Kendenglembu, Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Sabtu (24/2/2024). Korban sudah memakai kain kafan dengan tubuhnya yang penuh lebam dan luka robek. “Malam itu Jam 1-2 dini hari. Sudah keadaan meninggal dunia (korban). Yang ngantar driver ambulans tidak perwakilan dari ponpes. Tidak tahu penyebabnya,” kata Anwar Ibrahim kepada Radio Suara Surabaya. Besok paginya, pihak keluarga pun kemudian membuat laporan ke Polsek Glenmore. Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Hasilnya ada tanda kekerasan dan...

Diperiksa Polres Tangsel, Akhirnya Vincent Rompies Buka Suara Perihal Anaknya Terseret Kasus Bullying!

Vincent Rompies mendatangi Mapolres Tangerang Selatan, Kamis, 22 Februari 2024. (Foto : Istimewa) Warta Tangsel -  Artis Vincent Rompies buka suara perihal anaknya yang diduga menjadi satu di antara terduga pelaku perundungan terhadap siswa Binus School Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). "Pertama saya sangat berempati atas kejadian atau peristiwa yang terjadi saat ini. Dan juga harapannya sih semoga tidak ada lagi peristiwa-peristiwa atau kejadian seperti ini di masa mendatang, baik di lingkungan sekolah atau di lingkungan terdekat semuanya tidak ada lagi," kaya Vincent kepada wartawan, Kamis (22/2/2024). Vincent menjalani pemeriksaan di Polres Tangsel pada hari ini. Namun, dia ogah menyampaikan apa saja yang ditanya penyidik kepadanya. Public figure ini hanya menambahkan anaknya masih berstatus saksi dalam kasus ini. Terkait motif anaknya ikut melakukan perundungan, Vincent tak mau mengungkapkannya.  "Nanti kita lihat aja deh dari hasilnya seperti apa, sekali lagi k...

Tak Pandang Bulu, KPAI Siap Dampingi Korban-Pelaku Bullying di SMA Binus Serpong

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini usai menyambangi Polres Tangerang Selatan (Tangsel) guna mengusut aksi perundungan alias bullying di SMA Binus Serpong, Selasa (20/2/2024). Warta Tangsel - Menyikapi aksi perundungan alias bullying siswa SMA Binus Serpong di Tangerang Selatan (Tangsel), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersedia mendampingi korban dan pelaku.  KPAI juga memastikan akan menyambangi SMA Binus Serpong. Namun, Komisioner KPAI Diyah Puspitarini belum memerinci agenda kunjungannya tersebut. "Iya (ke SMA Binus Serpong)," tutur Diyah saat dimintai konfirmasi wartawan soal kegiatannya hari ini, Rabu (21/2/2024). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mengirimkan dua komisioner guna memantau kasus bullying yang melibatkan kekerasan terhadap seorang siswa SMA di Tangerang Selatan.  "Kami akan mengirim dua komisioner ke Tangsel, langsung ke lokasi, termasuk ke sekolah. Kami cukup terkejut dengan kejadian ini, terutama karena terjadi di sekolah yan...

Fakta Kasus Perundungan "Geng Tai" di Binus School, Korban Luka Bakar, Diduga Libatkan Anak Artis

Kelompok Geng Tai di Binus International School Serpong yang diduga melakukan perundungan sebanyak dua kali, yakni pada 2 dan 13 Februari 2024.  Warta Tangsel -  Kasus dugaan perundungan atau bullying yang dilakukan sekelompok siswa terjadi di Binus School Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kasus tersebut diketahui publik setelah beredarnya video di media sosial X pada Senin (19/2/2024) yang memperlihatkan seorang siswa sedang dirundung oleh sekelompok siswa lain. Perundungan diduga dilakukan oleh sekelompok siswa senior yang tergabung dalam "Geng Tai" terhadap anggota baru kelompoknya. Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan Ipda Galih mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan oleh orangtua korban dan tengah diselidiki polisi. Berikut fakta kasus dugaan perundungan di Binus School Serpong. 1. Korban alami luka bakar dan memar Dalam narasi yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa siswa yang menjadi anggota baru Geng Tai harus membelik...

KRONOLOGI Bendahara PPS di Balangan Kalsel Tilep Honor KPPS Ratusan Juta Untuk Main Judi Online

PASRAH: MH alias D, Bendahara Sekretariat PPS Kelurahan Batu Piring hanya bisa tertunduk saat diamankan Polres Balangan, Jumat (16/2/2024) sore Warta Tangsel -  Seorang Bendahara Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) menilep honor KPPS senilai ratusan juta. Pelaku diketahui berinisial MH (23) ditangkap di sebuah penginapan di Kabupaten Tabalong. Sebelumnya ia terbukti menghabiskan honor anggota KPPS untuk bermain judi online. MH diketahui merupakan bendahara PPS di Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu dikonfirmasi Kepala Seksi Humas Polres Balangan, Iptu Piktrus Purba. Ia mengungkap, dari hasil pemeriksaan, pelaku MH mengakui jika telah mencairkan dana untuk honor KPPS dan Linmas dua hari sebelum pencoblosan. Tak tanggung-tanggung uang yang dicairkan MH mencapai ratusan juta rupiah. "Dua hari sebelum pencoblosan atau tanggal 13 Februari 2023, KPU Balangan men-transfe...

Korban Robot Trading DNA PRO Minta Keadilan, Tolak Korban Susulan

Foto istimewa Warta Tangsel -   Kasus investasi bodong robot trading DNA Pro memasuki proses pengembalian dana. Para korban dan para Kuasa Hukum yang tergabung dalam paguyuban kini menanti komitmen dari pihak Kejaksaan sebagai eksekusi putusan dalam pengembalian kerugian korban. Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, memutuskan semua uang dan aset hasil kejahatan para terdakwa DNA Pro atau robot trading dikembalikan ke para korban dan pada saat persidangan melibatkan para publik figure seperti Ivan Gunawan dan DJ Una sebagai saksi. Namun dalam proses pengembalian dana korban banyak menimbulkan anomali dan berbagai tanggapan dari pihak korban. Keputusan Kejaksaan Negeri Kota Bandung memproses berkas korban susulan Member Robot Trading DNA Pro yang baru muncul/nebeng setelah putusan Pengadilan yang Inkrah, telah mencederai kepercayaan kami terhadap institusi Kejaksaan" ujar Ryan yang merupakan ketua paguyuban Robot Trading DNA PRO dalam keterangannya, Sabtu (17/02...