Langsung ke konten utama

Law Firm Riki Kelly, SH & Partner Akan Dampingi Petani Penggarap Mendapatkan Haknya

Foto istimewa

Warta Tangsel
, Bekasi - Forum Petani Penggarap Bekasi Fajar gelar diskusi permasalahan petani bersama Law Firm Riki Kelly, SH & Partner yang berlokasi di Kebun Kita Oi Tani, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada hari Selasa, 26 Maret 2024.

Dalam diskusi tersebut turut hadir Narman perwakilan kelompok tani Desa Burangkeng, Dego Bongkar Oi Tani, Ridho pemerhati pertanian, Riki Kelly, SH yang didampingi Azka Alhamdi, SH dari Law Firm Riki Kelly & Partner, serta beberapa perwakilan petani setempat.

Dego Bongkar pada kesempatannya menyampaikan permasalahan yang banyak dialami petani terkait kelangkaan bantuan pupuk.

"Permasalahan yang sering dialami petani disini adalah susahnya mendapatkan pupuk," ujarnya.

Selain itu, Dego juga mengatakan banyak petani pribumi yang bertani dilahan perusahaan.

"Petani asli pribumi banyak yang bertani dilahan perusahaan, contoh seperti lahan yang saat ini kita garap," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kita tau lahan garap ini bukan milik kita, tetapi kita memanfaatkan lahan tidur yang ada diwilayah agar dapat berguna untuk orang banyak.

"Ada satu permasalahan yang masih belum kita pahami, diwilayah kita ini di Desa Cikarageman ada zona hijau yang tanahnya tidak dapat dimiliki oleh perusahaan, tetapi pada pelaksanaannya ada perusahaan yang memiliki tanah di area zona hijau," paparnya.

"Bisa dibayangkan, bagaimana nasib petani pribumi jika lahan pertanian dialih fungsikan menjadi lahan komersil, mau kemana petani ini mengais rejeki, sedangkan petani adalah ujung tombak ketahanan pangan," tambahnya.

Tetapi, lanjutnya mengatakan, kita tetap berterima kasih kepada Bekasi Fajar, yang sudah memberikan kesempatan kepada kita (petani-red) untuk menggarap lahannya.

"Kita juga berharap ada kesepakatan antara petani penggarap dengan pemilik lahan, agar satu sama lain tidak ada yang saling dirugikan dan sama-sama mendapatkan haknya," ucapnya.

"Untuk itu kita mengadakan diskusi dengan Law Frim Riki Kelly, untuk bisa mendampingi kami (petani-red) agar bisa bertemu dengan pihak pemilik lahan (Bekasi Fajar-red)," imbuhnya.

Menanggapi permasalahan yang ada pada petani, Riki Kelly, SH. akan berusaha membantu petani.

"Kami dari Law Firm Riki Kelly, SH & Partner akan berusaha membantu permasalahan para petani yang ada disini," tutur Riki.

"Langkah awal dari pemasalahan lahan garap, tentu saja penggarap harus kulonuwun terlebih dahulu kepada pemerintah setempat dan pemilik lahan," ucapnya.

Kami, sambungnya menutup pembicaraan, akan mendampingi perwakilan petani untuk bisa bertemu dengan pemilik lahan, agar ada perjanjian dari kedua belah pihak (petani penggarap dan pemilik lahan-red) yang saling menguntungkan untuk sama-sama mendapatkan haknya.


Penulis : Wisnu


Postingan populer dari blog ini

Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Mahakarya Pictures Rilis Trailer Resmi Film Petualangan ‘Pelangi di Mars’,

Launching Official Teaser Pelangi di Mars seputarmusikindo.com  - Jakarta, 13 Februari 2026 – Mahakarya Pictures resmi merilis trailer film petualangan anak bertema fiksi ilmiah, “Pelangi di Mars”, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/2). Film ini mengisahkan perjalanan seorang anak Indonesia di Planet Mars yang mengemban misi penting untuk mengatasi krisis air di Bumi. Dikembangkan selama lima tahun, film ini diproduksi menggunakan teknologi Extended Reality (XR) di Studio DossGuavaXR, lengkap dengan animasi 3D dan robot interaktif. Namun, seluruh kecanggihan teknologi tersebut ditegaskan hanya sebagai alat untuk memperkuat cerita dan emosi. Produser Dendi Reynando mengatakan, film ini lahir dari kepeduliannya terhadap minimnya pilihan tontonan anak dan keluarga di Indonesia. Ia ingin menghadirkan alternatif cerita yang dekat dengan identitas serta imajinasi anak Indonesia. Berbeda dari film anak pada umumnya, “Pelangi di Mars” menempatkan karakter anak sebagai pusat sekali...

Djakarta Warehouse Project 2025 Resmi Kembali ke Bali, Hadir Lebih Besar dan Penuh Kejutan

Foto Istimewa Jakarta - Djakarta Warehouse Project (DWP) kembali digelar di GWK Cultural Park, Bali, pada 12–14 Desember 2025. Setelah sukses besar tahun lalu, DWP25 hadir dengan skala lebih besar, area yang ditata ulang, serta penambahan lineup internasional dan lokal yang lebih variatif. Salah satu pengumuman terbaru datang dari sosok DJ dan produser UK Garage yang tengah naik daun, Sammy Virji, yang didapuk sebagai headliner baru. Ia bergabung dengan jajaran artis utama yang sebelumnya sudah diumumkan, siap menghadirkan set energik khasnya. Dari ranah trance, Ilan Bluestone siap membawa signature melodic euphoria Anjunabeats, sementara Space 92 kembali mengusung techno futuristik yang kerap mendominasi tangga lagu Beatport. Keduanya diprediksi menjadi magnet kuat bagi penggemar masing-masing genre. instagram.com/djakartawarehousproject Selain itu, DWP25 juga memberi ruang besar bagi talenta Indonesia. Franc Fala akan mewakili skena techno lokal dengan nuansa underground, sedangkan L...

Polsek Setu Salurkan Sembako ke Warga Desa Ragemanunggal

Foto istimewa Warta Tangsel, Bekasi -   Dalam rangka laksankan giat sosial, Polsek Setu, Polres Metro Bekasi, salurkan sembako ke warga yang terkena musibah angin puting beliung di Kp. Sadang, RT. 001, RW. OO1, dan RT. 002, RW. 001, Desa Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Selasa, 01 Oktober 2024, pukul 13.30 WIB s.d 15.25 WIB. Penyerahan sembako dipimpin langsung oleh Kapolsek Setu, AKP Ani Widayati didampingi Waka Polsek Setu, Iptu Eko Pamungkas, Kanit Provost, Aiptu Dede dan Bhabinkamtibmas Desa Ragemanunggal, Aipda Marsono. Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Bosim Pirmasyah, Sekdes Ragemanunggal, Omin Ketua RW. 001, Mili Ketua RT. 001 dan Toyib Ketua RT. 002. "Alhamdulillah, hari ini Polsek Setu mengadakan giat Bakti Sosial (Baksos) bagi warga yang terkena musibah angin puting beliung dan yang sedang sakit," ujar Kapolsek. Lebih lanjut ia mengatakan, adapun bantuan yang kita berikan berupa paket Sembako. "Semoga dengan bantuan yang kita berikan ini, bi...