Langsung ke konten utama

Bagong Suyoto: Pengelolaan Sampah yang Buruk Sarat dengan KKN

Foto istimewa



Warta Tangsel, Bekasi - Diskusi Publik Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (DPPHKAN)  2024 dengan tema "Pengelolaan Lingkungan Hidup & Tata Kelola Sampah di Kabupaten Bekasi dalam Perspektif Pembela Lingkungan Hidup & HAM " berlokasi di Yayasan Hatta Kali Soka, Kp. Cinyosog, RT. 002, RW. 002, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Minggu, 11 Agustus 2024.

Kegiatan DPPHKAN 2024 dihadiri Sarif Marhaendi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terpilih periode 2024-2029, Carsa Hamdani Ketua Prabu PL, Igrisa Majid Founder Indonesia Anti Corruption Network, Agus Salim Tanjung Ketua Umum Amphibi, Bagong Suyoto Ketua Koalisi Persampahan Nasional, Edvin Gunawan Moderator, perwakilan aktivis dan pemerhati lingkungan, anggota Prabu PL serta Perwakilan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Diskusi yang diadakan membahas lingkungan hidup khususnya tata kelola sampah di TPAS Burangkeng yang bertujuan untuk memperbaiki sistem kelola sampah dan menjaga lingkungan.

Dalam sambutannya, Bagong Suyoto menyatakan ada 41 masalah di TPA Birangkeng.

"Saya menilai ada 41 masalah di TPAS Burangkeng yang segera diperbaiki, diantaranya, masih menggunakan sistem open dumping dalam pengelolaan sampah, tidak adanya pengelolaan sampah yang baik, IPAS/IPAL di TPA Burangkeng tidak berjalan maksimal, air licit juga dibuang langsung," ujarnya.

Selain itu, sambungnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak melibatkan masyarakat sekitar menjadi tim monitoring.

"Kedepannya, saya berharap intelektual masyarakat harus ditekankan untuk pengelolaan sampah yang baik, karena pengelolaan sampah yang buruk sarat dengan KKN," imbuhnya.

Sementara itu Sarif Marhaendi menyampaikan apresiasi kepada Prabu PL dan anak-anak muda Desa Burangkeng yang masih peduli kepada lingkungan.

"Saya sangat apresiasi dengan Prabu PL dan Pemuda Desa Burangkeng yang masih mau peduli dengan lingkungan serta bergerak berdasarkan hati nurani," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika kita berbicara sampah, saya sangat mengutuk keras oknum-oknum masyarakat yang kurang peduli, karena masalah sampah bisa diatasi dengan kerjasama semua elemen.

Selain itu, Sarif juga mengatakan pengelolaan sampah di TPA Burangkeng masih amburadul dan pembangunannya tidak tepat sasaran.

"Seharusnya program-program pemerintah untuk TPAS Burangkeng berdasarkan aspirasi masyarakat, karena masyarakat sekitar yang lebih tahu permasalahannya," jelasnya.

"Kita ketahui bersama, Kabupaten Bekasi yang notabenenya sebagai tempat industri terbesar di Asia seharusnya dapat berkontribusi penuh dengan lingkungan," paparnya.

"Disini (Burangkeng-red) kita semua mendengar, masyarakat masih merasa dirugikan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah," ucapnya.

"Seharusnya masyarakat yang berdampak dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Burangkeng, mendapatkan hak-hak yang layak dari pemerintah," terangnya.

Ia juga menegaskan, sampai saat ini Pemkab Bekasi belum ada anggaran khusus untuk mensejahterakan masyarakat Desa Burangkeng, uang kompensasi bau bagi warga yang berdampak sampah belum ada pemerataan, tidak adanya fasiltas kesehatan khusus bagi warga serta masih minimnya sarana pendidikan dan tempat ibadah yang disiapkan pemerintah.

"Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemkab Bekasi harus segera membuat kebijakan yang menguntungkan masyarakat, jangan sampai masyarakat Burangkeng menolak wilayahnya menjadi tempat pembuangan sampah, jika hal tersebut terjadi akan menjadi masalah besar bagi Pemerintah," tambahnya.

"Setelah pelantikan nanti saya akan membawa aspirasi masyarakat ini ke sidang paripurna agar permasalahan sampah yang ada di Desa Burangkeng bisa diselesaikan," pungkasnya.

(Red)

Postingan populer dari blog ini

Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Mahakarya Pictures Rilis Trailer Resmi Film Petualangan ‘Pelangi di Mars’,

Launching Official Teaser Pelangi di Mars seputarmusikindo.com  - Jakarta, 13 Februari 2026 – Mahakarya Pictures resmi merilis trailer film petualangan anak bertema fiksi ilmiah, “Pelangi di Mars”, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/2). Film ini mengisahkan perjalanan seorang anak Indonesia di Planet Mars yang mengemban misi penting untuk mengatasi krisis air di Bumi. Dikembangkan selama lima tahun, film ini diproduksi menggunakan teknologi Extended Reality (XR) di Studio DossGuavaXR, lengkap dengan animasi 3D dan robot interaktif. Namun, seluruh kecanggihan teknologi tersebut ditegaskan hanya sebagai alat untuk memperkuat cerita dan emosi. Produser Dendi Reynando mengatakan, film ini lahir dari kepeduliannya terhadap minimnya pilihan tontonan anak dan keluarga di Indonesia. Ia ingin menghadirkan alternatif cerita yang dekat dengan identitas serta imajinasi anak Indonesia. Berbeda dari film anak pada umumnya, “Pelangi di Mars” menempatkan karakter anak sebagai pusat sekali...

Djakarta Warehouse Project 2025 Resmi Kembali ke Bali, Hadir Lebih Besar dan Penuh Kejutan

Foto Istimewa Jakarta - Djakarta Warehouse Project (DWP) kembali digelar di GWK Cultural Park, Bali, pada 12–14 Desember 2025. Setelah sukses besar tahun lalu, DWP25 hadir dengan skala lebih besar, area yang ditata ulang, serta penambahan lineup internasional dan lokal yang lebih variatif. Salah satu pengumuman terbaru datang dari sosok DJ dan produser UK Garage yang tengah naik daun, Sammy Virji, yang didapuk sebagai headliner baru. Ia bergabung dengan jajaran artis utama yang sebelumnya sudah diumumkan, siap menghadirkan set energik khasnya. Dari ranah trance, Ilan Bluestone siap membawa signature melodic euphoria Anjunabeats, sementara Space 92 kembali mengusung techno futuristik yang kerap mendominasi tangga lagu Beatport. Keduanya diprediksi menjadi magnet kuat bagi penggemar masing-masing genre. instagram.com/djakartawarehousproject Selain itu, DWP25 juga memberi ruang besar bagi talenta Indonesia. Franc Fala akan mewakili skena techno lokal dengan nuansa underground, sedangkan L...

Polsek Setu Salurkan Sembako ke Warga Desa Ragemanunggal

Foto istimewa Warta Tangsel, Bekasi -   Dalam rangka laksankan giat sosial, Polsek Setu, Polres Metro Bekasi, salurkan sembako ke warga yang terkena musibah angin puting beliung di Kp. Sadang, RT. 001, RW. OO1, dan RT. 002, RW. 001, Desa Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Selasa, 01 Oktober 2024, pukul 13.30 WIB s.d 15.25 WIB. Penyerahan sembako dipimpin langsung oleh Kapolsek Setu, AKP Ani Widayati didampingi Waka Polsek Setu, Iptu Eko Pamungkas, Kanit Provost, Aiptu Dede dan Bhabinkamtibmas Desa Ragemanunggal, Aipda Marsono. Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Bosim Pirmasyah, Sekdes Ragemanunggal, Omin Ketua RW. 001, Mili Ketua RT. 001 dan Toyib Ketua RT. 002. "Alhamdulillah, hari ini Polsek Setu mengadakan giat Bakti Sosial (Baksos) bagi warga yang terkena musibah angin puting beliung dan yang sedang sakit," ujar Kapolsek. Lebih lanjut ia mengatakan, adapun bantuan yang kita berikan berupa paket Sembako. "Semoga dengan bantuan yang kita berikan ini, bi...